Dari Bangun Reputasi hingga Nilai Tambah

Ada banyak kiat untuk meraih sukses dalam berwirausaha atau berbisnis. Namun, bagi Wali Kota Solo Joko Widodo, kunci sukses dalam berwirausaha terletak pada tiga hal penting. Pertama, bagaimana membangun reputasi dan nama. Kedua, wirausaha harus tumbuh dari bawah. Ketiga, wirausaha harus masuk ke dunia usaha yang betul-betul dia kuasai medannya.

“Dari tiga hal tersebut, yang paling sulit adalah membangun reputasi dan nama,” ungkap Joko Widodo saat membuka diskusi. Dan, ketika riuh wacana rencana DPR sibuk akan menaikkan gaji pejabat, termasuk presiden, Joko Wi buka kartu. Dia mengaku tidak pernah ambil gaji sebagai Wali Kota Solo. Penghasilan dari usaha mebel dan hotelnya sudah mencukupi untuk menunjang hidup dia dan keluarganya.

Wali Kota yang akrab disapa Joko Wi ini pun menuturkan, wirausaha yang tumbuh dari bawah itu yang paling bagus. Sebab, jika seorang wirausaha tumbuh dari atas, dalam kondisi baik usahanya tentu akan sehat-sehat saja. Namun, jika ada gelombang kecil saja, apalagi gelombang besar, usahanya pasti langsung jatuh. Itulah yang dia lihat. Semoga benar dan tidak salah. Jadi, akan lebih baik wirausaha tumbuh dari bawah. Itulah pendidikan kewirausahaan.

Read the rest of this entry

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dan badan ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang santai di beranda.

Sang ayah menjawab, “Sebab aku laki-laki.”

Si anak wanita itu bergumam, “Aku tidak mengerti.”

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, lalu menepuk-nepuk bahunya. Kemudian ayahnya mengatakan, “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki.” Kata-kata sang ayah semakin membuat anak itu kebingungan.

Read the rest of this entry

Semangkuk Bakmi

Malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Sue segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma bakmie itu.  Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Sue berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu ia berkata “Nona, apakah engkau ingin semangkuk bakmi?”
“Tetapi, aku tidak membawa uang”, jawab Sue dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa. Aku akan memberikannya gratis,” jawab sang pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Read the rest of this entry

Kebahagiaan

Margaret, istri John Maxwell yang ternama itu, sedang menjadi pembicara di salah satu seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, John Maxwell, sang suami, duduk mendengarkan di bangku paling depan. Di akhir sesi, setelah pengunjung bertepuk tangan, ada sesi tanya jawab.

Seorang ibu mengacungkan tangan bertanya, “Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?” Gotcha! Pertanyaan yang bagus! Seluruh ruangan terdiam. Margaret berpikir beberapa saat, kemudian mantap menjawab, “Tidak.”

Seluruh hadirin terkejut. “Tidak,” tegasnya sekali lagi. “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan serentak menoleh ke arah John Maxwell. Lucunya, John Maxwell juga menoleh kebelakangan mencari-cari pintu keluar. Rasanya ingin cepat keluar. Malu!

Read the rest of this entry

Point of View

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya, duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

“Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?” tanya si Pemuda.

“Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapura nengokin anak saya yang kedua,” jawab ibu itu.

“Wow….. Hebat sekali putra ibu,” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

“Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapura tadi putra yang kedua ya Bu? Bagaimana dengan kakak-adik adiknya?”

Read the rest of this entry

Momen Spesial

Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah showroom otomotif. Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan menghampirinya, “Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”

Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil seken yang kecil, sebuah mobil yang sederhana karena dia hanya memiliki anggaran yang terbatas. John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang showroom. Di sana semua mobil seken dan berukuran kecil dipajang. Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. Pada saat berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil.

“Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30 tahun lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke supermarket dan ke rumah teman-temannya. Tapi, saat itu adalah masa-masa sulit dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya berhenti meminta mobil,” cerita pria tua itu.

Read the rest of this entry

Ini Dia Sister City Indonesia-Belanda

Sister city (twin city, kota kembar, atau kota bersaudara) adalah kerjasama antarkota atau provinsi antara dua negara untuk peningkatan perekonomian, promosi budaya, dan menjalin kerjasama di berbagai bidang secara erat.

Kota kembar biasanya memiliki kesamaan dalam hal demografi atau permasalahan yang dihadapi. Perjanjian sister city sendiri memiliki jangka waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan bersama. Nah, ternyata hingga saat ini setidaknya ada 6 kota di Indonesia dan Belanda yang menjadi sister city, yaitu:

Read the rest of this entry

Belajar di Belanda, Belajar dari Tokoh Bangsa

Negeri Belanda sejak dulu sudah menjadi tempat menempuh ilmu dan menempa ketajaman pikir. Tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang kelak menjadi founding father republik ini banyak yang mengecap pendidikan di Negeri Kincir Angin tersebut.

Meski mereka datang kesana karena adanya Politik Etis, namun mereka tetap yakin bahwa Belanda adalah tempat terbaik untuk menempuh pendidikan. Belanda adalah surga ilmu dan mata air pengetahuan kala itu. Pengajar yang mumpuni, fasilitas pendidikan yang lengkap, serta kemajuan sistem pendidikan di negeri itu telah mereka untuk pergi ke sana. Mereka rela walaupun harus berlayar berminggu-minggu menyeberangi lautan untuk menuju kesana. Hasilnya, sekembalinya dari sana, merekalah yang kemudian mewarnai perjalanan dan menjadi pelopor berdirinya republik ini.

Berikut beberapa tokoh bangsa Indonesia yang pernah belajar di negeri Belanda:

Read the rest of this entry

Seseorang yang Mencintai Kamu

Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah / gila.
Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu.
Tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tau.

Seseorang yang mencintai kamu, akan mencaci maki atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya, karena ia peduli.

Read the rest of this entry

Bakso Khalifatullah

Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.

“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.

“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.

“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”

Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”

“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.